5 Kendala yang Kerap Terjadi Saat Memasang Plafon Akustik

Kendala Saat Memasang Plafon Akustik

Saat membangun rumah, tentu memilih plafon akan menjadi salah satu hal yang tidak bisa kamu hindari. Walaupun penggunaan plafon kurang populer di masa lampau, nyatanya sekarang sudah jarang sekali kita temukan rumah yang tidak menggunakan plafon. Apalagi  bermacam-macam keuntungan bisa didapat dari pengaplikasiannya, terutama dalam hal meredam kebisingan. Kamu tidak mau, kan kalau tiap hujan deras kamu harus terganggu dengan suara kerasnya? Selain itu, atap tanpa plafon juga rentan sekali dengan debu.

Salah satu jenis plafon yang sering menjadi pilihan banyak orang ialah Plafon Akustik. Plafon memiliki keunggulan yaitu dapat meredam kebisingan yang berasal dari atap, misalnya suara hujan. Pada bangunan apartemen dan hotel, plafon ini bisa membantu kamu tidur nyenyak tanpa harus terganggu dengan suara atau derap langkah dari kamar di lantai atas. Selain itu, plafon jenis ini memantulkan hawa panas sehingga ruangan di dalam rumah jadi lebih cepat dingin.

Kendala Pada Pemasangan Plafon Akustik

Kendala Saat Memasang Plafon Akustik

Dengan memasang Plafon jenis Akustik, bukan berarti kamu dapat terhindar dari berbagai masalah yang mungkin terjadi pada plafon rumahmu. Ada banyak sekali kendala yang bisa saja terjadi. Biasanya tergantung pada situasi dan kondisi bangunannya, sehingga terkadang kasusnya berbeda-beda. Berikut ini 5 kendala dalam pemasangan plafon jenis akustik yang paling sering kita temukan.

1. Keretakan pada Plafon

Retak pada plafon jenis akustik cukup sering terjadi. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Jika keretakan terjadi belum lama sejak plafon dipasang, maka kemungkinan terbesar penyebabnya adalah adanya kesalahan pada pemasangannya. Seperti yang kita tahu, pemasangan plafon jenis ini butuh ketelitian dan pengerjaan yang rapi sehingga sangat disarankan untuk meminta bantuan orang yang ahli saja untuk mengerjakannya. Jika retaknya plafon terjadi setelah bertahun-tahun pemasangannya, bisa jadi ini disebabkan oleh faktor usia dari bangunannya.

2. Permukaan Plafon Menggelembung

Penyebab plafon akustik menggelembung biasanya adalah karena pemasangannya yang kurang simetris sehingga menyebabkan rangka plafon turun. Bisa juga disebabkan karena jarak antara rangka satu dengan yang lainnya terlalu jauh. Jika sudah terjadi seperti ini, kamu harus membongkar kembali struktur plafon. Kalau perlu, tambahkan beberapa penahan rangka untuk mencegah penggelembungan plafon terjadi kembali.

3. Plafon Berlumut

Lumut yang muncul pada plafon biasanya disebabkan adanya kebocoran pada atap rumah. Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga disebabkan oleh tingkat kelembapan ruangan yang cukup tinggi. Kalau penyebabnya adalah kebocoran, perbaiki dulu atapnya, lalu lakukan pengecatan kembali pada bagian plafon yang berlumut.

4. Plafon Kurang Kuat

Jika dibandingkan dengan jenis plafon lainnya, plafon akustik tergolong lemah dalam segi kekuatan. Oleh karena itu dalam proses pemasangannya kamu perlu menggunakan penyangga metal furing pada siku metal plafon. Ini memang tidak menjamin plafon akan jadi lebih kuat, tapi potensi keamanannya jadi lebih tinggi. Kamu juga bisa memasang bracket untuk memberikan kekuatan ekstra pada plafon.

5. Cat Plafon Terkelupas

Cat plafon mengelupas bukanlah kendala yang ekstrim, namun tetap saja kamu tidak akan nyaman melihatnya, bukan? Biasanya hal ini terjadi karena ada kesalahan dalam pengecatannya, namun cukup sering juga disebabkan karena faktor lain. Atasi hal ini dengan melakukan pengecatan kembali pada plafon. Aplikasikan cat dengan benar dan sesuai prosedur karena plafon jenis akustik ini butuh sedikit perlakuan spesial agar bisa bertahan lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *